Wisuda Sarjana X STABN Raden Wijaya Wonogiri

Pendidikan Untuk Pengembangan Potensi Bawaan Menuju

Pendewasaan Jasmani dan Rohani

Wisudawan/Wisudawati Cumloude

Wonogiri, Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya yang merupakan satu-satu perguruan tinggi negeri di Kabupaten Wonogiri, pada Rabu 25 November 2020 kembali menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana X di Aula Lantai 3.  Sidang dipimpin oleh Ketua Senat Urip Widodo, M.Pd. Wisuda kali ini diselenggarakan dengan sangat sederhana, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya namun lebih khusyuk dan sakral.  Selain diselenggarakan dengan protokol kesehatan yang ketat juga tidak terlalu banyak mengundang pihak eksternal kampus karena memang membatasi kerumuman.

“Wisuda tahun ini berbeda dari wisuda-wisuda sebelumnya, dikarenakan situasi saat ini yang masih dalam pandemi Covid-19, sehingga pelaksanaan wisuda dilakukan dengan dua (2) macam yaitu secara langsung dan secara daring” ungkap Prof. Dr. Hesti Sadtyadi, S.E., M.Si selaku Ketua Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya dalam sambutannya.

Adapun tahun ini STABN Raden Wijaya Wonogiri meluluskan 29 wisudawan/wisudawati program sarjana dari 3 jurusan terdiri dari 11 wisudawan dari Jurusan Dharmacarya, 9 wisudawan dari Jurusan Dharmaduta, dan 9 wisudawan dari Jurusan Kepanditaan Buddha. Dari lulusan tersebut sebagian besar sudah diterima bekerja di berbagai tempat bahkan sebelum di wisuda. Oleh karena itu, banyak mahasiswa yang melakukan wisuda secara daring dari tempat kerjanya.

“Melihat para wisudawan/wisudawati yang telah bekerja maka memberikan jawaban dari kebutuhan masyarakat  bahwasannya lulusan dari Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi penerus perjuangan bangsa” Lanjut Prof. Hesti.

Dr. Mujiyanto, S.Ag., M.Pd pada kesempatan wisuda kali ini menyampaikan Orasi Ilmiah dengan tema Pendidikan menjamin kehidupan lebih baik menuju Indonesia maju melalui budaya organisasi ala Buddhis yang menyatakan bahwa “pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan potensi bawaan dalam diri menuju pendewasaan jasmani dan rohani. Dengan pendidikan seseorang akan memiliki pengetahuan luas, ide-ide baru yang inovatif, inspiratif dan memiliki keterampilan untuk bisa dikembangkan yang memberi manfaat ekonomi, dan sosial. Dibutuhkan pengorbangan, semangat, loyalitas, dan kebenaran akan dapat mencapai kehidupan yang lebih baik dari segi materi dan spiritual sehingga dapat berperan aktif untuk mewujudkan Indonesia maju”.

Selain itu, Dirjen Bimas Buddha dalam sambutannya melalui daring yang disampaikan oleh Kasubdit Perti Dirjen Bimas Buddha menyatakan bahwa “para wisudawan/wisudawati sebagai pioneer terdepan pembangunan bangsa  memiliki kualitas dan daya saing yang tinggi dalam proses mengikuti era revolusi industri dimana semua dilakukan menggunakan teknologi. Selain hal tersebut Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya yang memiliki kualitas SDM yang mampu bertransformasi dalam ilmu pengetahuan dan Teknologi yang sesuai dengan nilai-nilai dharma khususnya bagi Umat Buddha sehingga output dari Perguruan Tinggi adalah SDM yang memiliki kualitas diri dan daya saing. Banyaknya peluang serta tingginya tantangan menjadikan para wisudawan memiliki jiwa kompetitif yang unggul”.

Pada Wisuda Sarjana kali ini tercatat lulusan tercepat dengan masa studi 3 tahun 8 bulan diraih oleh Fipit Nurikasari dari jurusan Dharmacarya. Lulusan terbaik diraih oleh Ririn Ernawati dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92 dari jurusan Dharmaduta, Fipit Nurikasari dengan IPK 3,88 dari jurusan Dharmacarya dan Suparmi dengan IPK 3,48 dari jurusan Kepanditaan Buddha. Sementara 16 wisudawan dinyatakan sebagai lulusan dengan predikat cumlaude.

Ririn Ernawati dalam kesan dan pesannya yang mengundang haru menyampaikan “wisuda adalah sebuah penghargaan, selain itu wisuda bukan akhir dari perjuangan, namun gerbang dalam memulai perjuangan baru dalam dunia nyata. kepada almamater semoga menjadi lebih baik lagi memberikan lulusan-lulusan yang mampu bersaing dalam dunia kerja. Kiat belajar bagi adik-adik almamater untuk terus berjuang, jangan menyerah banyak belajar dan mau menerima serta memahami”.

 

(Tim publikasi/STABN Raden Wijaya)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *